Tampilkan postingan dengan label info kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info kesehatan. Tampilkan semua postingan

11 Mei 2011

bayar pengobatan kangker lewat asuransi

Biaya Kanker Dapat Ditanggung Asuransi


shutterstock

     - Dibandingkan satu dekade lalu, kini banyak pengobatan kanker yang menunjukkan hasil memuaskan. Harapan hidup pasien meningkat, dan bahkan jumlah yang sembuh total pun bertambah banyak.  Akan tetapi, terapi baru pengobatan kanker membutuhkan biaya yang sangat mahal. Padahal, sebagian besar penduduk di Indonesia belum memiliki asuransi kesehatan.

    Jika dilihat biaya per orang, memang akan terasa sangat mahal, tetapi angka kejadian kanker tidak terlalu tinggi, sekitar 10 orang per 100.000 ribu penduduk. Jika biaya pengobatan itu digotong ramai-ramai oleh seluruh penduduk lewat jaminan sosial tentu b


    "Seperti pelesetan namanya, kanker yang berarti kantong kering, menderita penyakit kanker bisa membuat orang yang kaya sekalipun menjadi miskin," kata Prof. Hasbullah Thabrany, Guru Besar Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Indonesia (FKM-UI) yang menjadi moderator dalam diskusi Penatalaksanaan dan Pembiayaan Kanker di Indonesia yang diadakan oleh FKM-UI dan Roche di Jakarta (11/5/2011).
    Pemerintah saat ini memang sedang mempersiapkan Sistem Jaminan Sosial Nasional (SJSN) yang mencakup di dalamnya jaminan kesehatan untuk seluruh penduduk. Tetapi menurut Hasbullah, ada pihak-pihak yang menilai  penyakit kanker tidak perlu dijamin oleh jaminan kesehatan karena mahal. Padahal, dengan penerapan jaminan kesehatan untuk seluruh rakyat, beban biaya pengobatan kanker sebenarnya dapat ditekan.
    "Jika dilihat biaya per orang, memang akan terasa sangat mahal, tetapi angka kejadian kanker tidak terlalu tinggi, sekitar 10 orang per 100.000 ribu penduduk. Jika biaya pengobatan itu digotong ramai-ramai oleh seluruh penduduk lewat jaminan sosial tentu bebannya menjadi ringan," katanya Hasbullah.
    Pembicara lain, Prof. Iwan Dwiprahasto, Guru Besar Farmakologi & Terapi Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada, Yogyakarta, mengatakan para pengambil kebijakan perlu melakukan analisis farmakoekonomi untuk memutuskan dan menetapkan intervensi terapi yang paling masuk akal ditinjau dari aspek ekonomi, klinik dan humanistik.
    "Saat ini, pilihan pengobatan bukan hanya yang berbasis riset ilmiah tetapi juga harus dilihat sisi ekonomi dan valuenya. Alokasi biaya haruslah yang efisien dan seimbang dengan hasil yang diharapkan. Apalagi obat kanker tidak memberi hasil yang sama pada semua pasien kanker," paparnya.
    Kemajuan pesat dalam pengendalian kanker menurut Dr.Budi Hidayat, ahli ekonomi FKM-UI, membuat lonjakan biaya kanker di Amerika Serikat meningkat dari 27 miliar dollar AS di tahun 1990 menjadi 90 miliar dollar AS pada tahun 2008.
    Hal yang sama juga terjadi di tanah air. Berdasarkan data dari PT. ASKES terjadi kenaikan total pembiayaan kesehatan dari Rp 704 miliar di tahun 2007 naik menjadi Rp 1 triliun di tahun 2009.
    General manager PT ASKES regional IV Jakarta Drg. Fajriadinur menyebutkan, dari total pembiayaan kesehatan yang dilakukan PT ASKES, sekitar 25 persennya dikeluarkan untuk pengobatan kanker.
    "Kanker termasuk dalam penyakit katastropik (butuh keahilan khusus) yang dijamin oleh PT.ASKES," katanya.
    Namun menurut Budi, meski sudah dijamin ASKES saat ini pasien masih harus mengeluarkan biaya tambahan untuk membeli obat-obatan yang tidak termasuk dalam daftar pola peresepan. "Hal tersebut diperburuk dengan ketidaktahuan pasien terhadap obat apa yang dibutuhkannya," katanya.
    Secara umum, para pembicara dalam diskusi ini sepakat bahwa mendapat pengobatan adalah hak setiap orang, meski obatnya mahal. "Apalagi divonis kanker bukan berarti kematian. Masih ada harapan hidup yang bisa dikejar," kata Hasbullah.
    Terlebih menurut dr.Asrul Harsal, Sp.PD-KHOM, pengobatan kanker lini kedua yang lebih spesifik dengan kebutuhan pasien mampu meningkatkan kualitas hidup pasien sekaligus menambah angka harapan hidup. "Dalam memilih obat tentu harus dipilih obat yang mampu membuat pasien nyaman dan mengurangi keganasan penyakitnya," katanya.
    Meski demikian, salah satu pendekatan terbaik dalam memerangi kanker adalah dengan diagnosis dini. Dalam banyak kasus, makin dini sebuah kanker dideteksi, semakin besar pula kemungkinannya untuk diobati sebelum kanker itu menyebar ke jaringan tubuh lain.
    "Penangangan kanker seharusnya menyeluruh, jangan hanya berfokus pada pengobatan, tapi juga bersifat pencegahan dan skrining, ditambah dengan perawatan paliatif untuk pasien kanker terminal," kata Budi.

    cara menghindari kegemukan

    8 Kiat Hindari Kegemukan




       - Masalah kegemukan selalu dikaitkan pada keturunan. Padahal, kegemukan lebih sering diakibatkan oleh kebiasaan makan yang kurang sehat dan kurang berolahraga.
      Menurut F.G. Winarno, ilmuwan senior dari IPB, menjaga berat badan yang sehat seharusnya sudah dimulai sejak bayi lahir. Bayi harus dijaga agar tidak terlalu gemuk. Bayi dan anak-anak yang pertumbuhannya lebih dipercayakan kepada pembantu biasanya mengalami pertumbuhan terlalu cepat, salah satu di antaranya adalah terlalu gemuk.
      Tragisnya, banyak ibu yang justru merasa bahagia melihat anaknya gendut sekali. Padahal, anak-anak yang terlalu gemuk akan memiliki sel lemak yang berlipat ganda sejak bayi. Jumlah sel lemak tersebut akan dipertahankan sampai tua.
      Bila kelak dewasa dan makan terlalu banyak, sel-sel tersebut mudah mengembang. Badan mudah menjadi gemuk dan kelak dapat berkembang menjadi obesitas.
      Problem Nasional
      Kasus kegemukan juga menjadi masalah besar terutama pada anak-anak di negara yang ekonominya sudah maju atau berkembang. Jika langkah-langkah nyata untuk mengatasi kegemukan itu tak dilakukan, diperkirakan satu dari lima pria dan sekitar seperempat dari seluruh wanita yang ada dapat mengalami kegemukan dalam tiga tahun mendatang.
      Untuk menghindarkan diri dari kecenderungan menjadi gemuk perlu diingat bahwa lemak di piring kita sebagian besar akan disimpan menjadi lemak di dalam tubuh. Dengan demikian, tubuh dapat menjadi cepat gemuk.
      Berikut beberapa kiat yang dapat dilakukan untuk menghindari kegemukan:
      1. Jangan yang digoreng
      Masaklah mi dalam air, jangan digoreng. Begitu juga dengan nasi. Sajikan nasi yang ditanak/dikukus, jangan yang digoreng. Memilih daging juga lebih baik yang dipanggang.
      2. Kunyah perlahan
      Kunyahlah makanan secara perlahan-lahan dan cobalah menikmati makanan sewaktu berada dalam mulut. Dengan demikian akan menyebabkan lambung cepat kenyang dan membantu mencegah makan terlalu banyak. Nasihat lama yang masih boleh diikuti, kunyahlah makanan setidaknya 32 kali sebelum menelannya.
      3. Ambil sedikit
      Ambillah makanan pertama sedikit mungkin ke dalam piring Anda. Tambah sedikit demi sedikit bila masih lapar. Cara ini dilakukan agar Anda tidak merasa terpaksa harus menghabiskan makanan yang sudah berada di piring.  
      4. Tinggalkan meja setelah selesai
      Diimbau untuk segera meninggalkan meja makan setelah selesai dan jangan dilanjutkan dengan mengobrol. Ini dilakukan untuk menghindarkan diri dari iseng atau keinginan ngemil dan mengambil makanan dari sana-sini sehingga tak terasa perut menjadi terlalu kenyang.
      5. Hindari kadar gula dan lemak tinggi
      Hindari makanan berkadar gula dan lemak tinggi seperti cake cokelat, kue-kue (pastries), lemak hewan, mentega, fullcream milk, jeroan, dan lain-lain.
      6. Konsumsi banyak buah
      Mengonsumsi banyak buah-buahan, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, dan karbohidrat dapat menjaga jumlah kalori yang masuk agar sesuai dengan kebutuhan.
      7. Waspadai minuman bersoda Anak-anak yang mengonsumsi minuman ringan bergula berisiko tinggi mengalami kegemukan. Laporan para peneliti Amerika yang diterbitkan oleh The British Medical Journal The Lancet, remaja AS perlu segera mengurangi minuman bersoda dan junk food yang berisiko mengganggu kesehatan.
      8. Kurangi menonton televisi
      Kegemukan pada anak-anak diakibatkan oleh banyak faktor. Tidak ditekankan hanya pada satu faktor, yaitu minuman ringan dan masalah gizi, melainkan juga kebiasaan seperti menonton televisi.
      Membanjirnya acara di televisi, termasuk film-film kartun dan sinetron, membuat anak-anak dan ibu rumah tangga semakin lama duduk di depan televisi sambil ngemil. Keadaan demikian mendorong tubuh kurang gerak dan mudah menjadi gemuk.

      23 April 2011

      Kondom 'Viagra' untuk Pertahankan Ereksi



       Bagi pria terkadang menggunakan kondom dapat menimbulkan masalah. Salah satunya sulit mempertahankan ereksi. Kini di Inggris, jenis kondom yang satu ini dikembangkan untuk mengatasi masalah tersebut.

      Penelitian menunjukkan bahwa pria yang sulit mempertahankan ereksi saat menggunakan kondom cenderung tak ingin menggunakannya secara konsisten dan lebih memilih berhubungan seks tanpa kondom. Solusi untuk masalah ini mungkin dengan menciptakan kondom yang lebih baik.

      Seperti yang dilaporkan Wall Street Journal, kondom berisi gel ini dirancang untuk membantu pria dalam mempertahankan ereksi, Rabu (20/4). Selain itu juga bertujuan mengurangi risiko penyakit menular seksual seperti HIV.

      Selain menolong pria dalam mempertahankan ereksi, perusahaan di balik kondom itu mengatakan kondom tersebut dapat membuat ereksi membesar.

      Kondom ini terdapat gel berisi vasodilator yang meningkatkan aliran darah ke Mr P dan membantu mempertahankan ereksi. Ini mirip dengan obat yang digunakan untuk mengobati kondisi angina jantung.

      Pihak pengembang, U.K. biotech Futura Medical datang dengan cara memberikan obat dalam suatu formulasi yang tidak akan melemahkan kondom dan hanya akan mempengaruhi pemakainya.

      Teknologi ini telah dilisensikan ke perusahaan yang memiliki merek kondom ternama, dan regulator di Eropa hampir menyetujui keberadaan kondom itu.

      Saat produk ini dibandingkan dengan Viagra Pfizer dalam bentuk kondom, hal tersebut dinilai tidak akurat karena kondom viagra dimaksudkan bukan untuk pria dengan masalah disfungsi ereksi, melainkan mereka yang spesifik memiliki kesulitan menjaga ereksi saat menggunakan kondom.

      Paparan Pestisida Saat Hamil Pengaruhi IQ Anak




       Bagi wanita hamil, pintar-pintarlah memilah makanan. Jika salah milih bisa jadi sang buah hati terkena dampaknya. Seperti penelitian yang mengaitkan bahayanya paparan pestisida terhadap IQ anak.

      Menurut tiga penelitian independen yang di publish di Jurnal Environmental Health Perspectives, ibu yang terkena pestisida selama kehamilan dapat menyebabkan anak-anak mereka memiliki IQ lebih rendah pada usia 7 tahun daripada mereka yang tidak terpapar.

      Organofosfat, yang membunuh hama pada tanaman pangan dengan menyerang sistem saraf, ditemukan dalam jumlah yang banyak pada buah-buahan jenis berrie, kacang hijau, serta buah-buahan dan sayuran lainnya. Organofosfat berhubungan dengan defisit perhatian dan keterlambatan perkembangan. Jenis ini umumnya ditemukan di rumah-rumah dan kebun.

      Dua penelitian dilakukan oleh peneliti di Mount Sinai School of Medicine dan Columbia University pada keluarga di perkotaan di New York, dan yang ketiga dilakukan oleh peneliti di School of Public Health di University of California, Berkeley, pada anak-anak di lahan pertanian Salinas, California, yang didanai oleh pemerintah AS.

      Para peneliti dalam salah satu penelitian New York, mengamati relasi antara paparan klorpirifos insektisida selama kehamilan, yang paling banyak digunakan untuk pengendalian hama di kebun perumahan, dengan rendahnya IQ serta memori anak-anak.

      Para peneliti menemukan bahwa anak yang terpajan tingginya klorpirifos, mencetak 5,3 dan 2,7 poin lebih rendah pada IQ dan memori kerja lebih rendah dibandingkan yang sedikit terpapar.

      Studi di Mount Sinai melakukan tes urine ibu hamil untuk organofosfat, dan menemukan setiap peningkatan sepuluh kali lipat pestisida dalam air seni, menunjukkan turunnya 3 poin IQ pada usia 7 tahun.

      Dalam studi Berkeley, anak-anak dengan pemaparan prenatal tertinggi mencetak 7 poin lebih rendah pada tes IQ dibandingkan dengan tingkat terendah eksposur. Juga, penurunan 5,5 poin nilai IQ keseluruhan yang diamati pada setiap kenaikan 10 kali lipat dalam eksposur organofosfat.

      "Itu tidak berbeda dengan penurunan yang kita lihat pada anak dengan paparan timbal yang tinggi," kata penulis studi, Brenda Eskenazi, Ph.D., seorang profesor epidemiologi dan kesehatan ibu dan anak di University of California, Berkeley.

      "Ini penting bahwa orang mencuci buah dan sayuran sangat, sangat baik dan itu berarti meskipun buah dengan kulit di atasnya. Ini harus dicuci sebelum Anda mengupasnya".(WebMD/theMedGuru/MEL)

      Waspada Efek Microwave pada Kesehatan!


      : Microwae sudah menjadi simbol dapur modern. Alat ini pun paling efisien dan mampu memasak dengan cepat karena suhu di microwave jauh lebih tinggi daripada oven biasa. Namun di balik keuntungannya, microwave juga rawan bagi kesehatan dan telah terbukti secara ilmiah melalui beberapa percobaan.

      1. Risiko menggunakan microwave adalah karena instensitas radiasi listrik dan magnetik yang digunakan untuk memasak makanan. Radiasi bergerak dalam menghasilkan frekuensi yang cepat dalam perputaran molekul makanan dan mengubah polaritas menjadi miliar kali per menit. Panas yang dihasilkan mengakibatkan memasak dengan cepat, menyerang sistem kekebalan tubuh. Panas juga meningkatkan tingkat leukosit yang menyebabkan keracunan dan merusak sel, sehingga menyebabkan beberapa jenis penyakit, termasuk kanker.

      2.Microwave menggunakan teknologi yang berkontribusi pada risiko kesehatan. Panas menghancurkan kekuatan hidup dari makanan. Ia membunuh vitalitas makanan dan nutrisinya. Setelah membunuh gizi makanan, microwave memulai proses pembusukan makanan.

      3. Risiko kesehatan ketiga adalah menghalangi proses produksi hormon. Hal ini juga disebabkan oleh radiasi yang berbahaya.

      4. Makanan dari microwave menghasilkan reaksi di perut serta pertumbuhan kanker usus, gangguan secara bertahap sistem pencernaan. Ini juga menurunkan kemampuan tubuh dalam menyerap vitamin.

      5. "Dampak yang diukur pada manusia melalui konsumsi makanan microwave, tidak seperti makanan yang tidak diperlakukan, yakni perubahan darah, yang juga dapat ditemukan sebagai kondisi awal patologis yang juga menunjukkan proses awal kanker," Kata Dr Bernard Blanc.

      Makan makanan yang kaya nutrisi penting dan jenis memasak memainkan peran penting dalam meningkatkan manfaat bagi kesehatan. (oneIndia/MEL)

      Waspada, Setengah Daging di Supermarket Berkuman





      : Setengah daging dan unggas yang dijual di supermarket memiliki kemungkinan tercemar dengan kuman Staph. Perkiraan ini didasarkan dari 136 sampel daging sapi, babi, ayam, dan kalkun yang dibeli dari toko grosir di Chicago, Los Angeles, Washington DC, Flagstaff, Arizona dan Fort Lauderdale (Florida), baru-baru ini, dan diteliti.

      Menurut para peneliti, memasak dengan cara yang tepat dan mencuci tangan dapat membunuh kuman. Pejabat kesehatan federal juga memperkirakan kandungan kuman Staph kurang dari tiga persen dari penyakit bawaan makanan, jauh lebih sedikit daripada kuman pada umumnya, seperti salmonella dan E. coli.

      Penelitian baru ini menemukan lebih dari setengah sampel daging tersebut mengandung staphylococcus aureus, bakteri yang bisa membuat orang sakit. Bahkan lebih buruk lagi, setengah dari sampel tercemar itu memiliki tipe Staph yang tahan terhadap setidaknya tiga jenis antibiotik.

      "Studi ini menunjukkan bahwa banyak daging dan unggas terkontaminasi dengan Staph-MDR," kata Paul Keim, salah satu penulis studi tersebut. "Sekarang kita perlu menentukan apa hal ini memiliki risiko kepada konsumen."

      Di antara jenis kuman yang resistan terhadap obat para peneliti menemukan, satu adalah Staph methicillin-resisten, atau MRSA, sebuah superbug yang bisa berakibat fatal. Mereka menemukan MRSA di tiga dari 136 sampel. Keim dan rekan-rekan penulisnya bekerja di lembaga nirlaba Translational Genomics Research Institute di Arizona. Studi mereka ini akan diterbitkan dalam jurnal Clinical Penyakit Menular.

      Kuman Staph biasanya ditemukan pada kulit dan dalam hidung orang sehat. Bakteri ini dapat tersebar dengan berbagai cara, termasuk di pabrik kemasan atau di dapur. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memperkirakan bahwa jumlah kasus Staph sekitar 240 ribu kasus per tahun.(JAY/ULF)

      Herbal, Pilihan Baru Pengobatan


      Lebih dari 300 jenis tanaman obat ditanam di Kebun Karyasari, Cilangkap, Jakarta Timur. Masing-masing tanaman di kebun ini memiliki fungsi dan manfaat berbeda. Tempuyung dan cakar ayam, misalnya, buat menghancurkan batu ginjal. Sementara daun sirsak untuk menggantikan kemoterapi pada kanker. Sedangkan belimbing untuk darah tinggi.� 

      Namun, untuk menggunakan jenis tanaman-tanaman herbal tersebut, kesehatan Anda harus diperiksa lebih dahulu di klinik herbal. Setelah itu, Anda akan diberi resep obat. "Saya lebih menyukai herbal. Sebab, kerjaan lebih aman, kerjaan juga lebih halus, dan lebih sembuh," kata dokter Heru Tandyono, dokter dan herbalist, kepadaLiputan 6 SCTV, baru-baru ini.

      Daun, akar, atau buah bisa diolah secara tradisional ,seperti direbus atau atau ditempelkan di bagian tubuh yang sakit. Tapi, ada yang telah diolah menjadi kapsul dengan alasan praktis dan mudah. Harga obat herbal yang telah diolah menjadi kapsul rata-rata Rp 30 ribu hingga Rp 45 ribu untuk 30 kapsul yang bisa digunakan dalam 10 hari

      Manfaat tanaman obat sudah dirasakan Helda Hasyiria yang pernah divonis dokter mengidap kista. Selama dua bulan belakangan, ia mengonsumsi daun dewa, cakar ayam, temu putih, dan kunir putih. "Di cek akhir bulan, sudah hilang kistanya," ujar Helda.(BOG)

      Duduk Dapat Membunuh Anda!





      (homelykid.com)
       Duduk sepanjang hari buruk bagi kesehatan Anda. Selain menjadi kegemukan, Anda menjadi lemah. Bahkan berbagai jenis penyakit mengancam Anda.

      Sebuah penelitian mampu memecahkan kode-kode mengapa beberapa orang menjadi gemuk ketika mereka terlalu banyak makan dan orang lainnya tidak tidak menjadi gemuk meski mereka makan dalam jumlah yang sama.

      Orang-orang yang gemuk menjadi gemuk karena mereka duduk sepanjang hari. Dan orang-orang tidak gemuk, tidak banyak duduk.

      Yang penting, perbedaan antara gemuk dan tidak gemuk dalam penelitian ini tidak ada hubungannya dengan olahraga. Tak satu pun dari orang-orang dalam studi ini diizinkan berolahraga.

      Orang-orang yang tidak gemuk tidak berolahraga, mereka tidak menghabiskan banyak waktu dengan duduk. Sebaliknya, mereka berdiri, berjalan. Mereka menggunakan tangga bukan lift.

      Duduk tidak hanya membuat Anda gemuk. Ini membuat Anda juga sakit. Mengapa duduk sangat buruk bagi Anda? Inilah yang terjadi ketika Anda duduk.

      Aktivitas listrik dalam otot turun. "Otot-otot menjadi diam seperti pada kuda mati," kata peneliti Hamilton. Yang mengarah ke efek metabolik yang berbahaya. Tingkat pembakaran kalori Anda terjun dengan cepat sekitar satu per menit, sepertiganya jika Anda bangun dan berjalan.

      Efektivitas insulin turun dalam satu hari, dan risiko berkembangnya diabetes tipe 2 meningkat. Begitu juga risiko obesitas. Enzim-enzim yang bertanggung jawab untuk menghancurkan lemak dan trigliserida, untuk menyedot lemak keluar dari aliran darah, ikut anjlok yang pada gilirannya menyebabkan tingkat baik (HDL) kolesterol turun.

      Hamilton memeriksa seberapa cepat diam dapat berbahaya. Dalam penelitian dengan tikus yang dipaksa untuk tidak aktif, misalnya, ia menemukan bahwa otot-otot kaki yang bertanggung jawab untuk berdiri hampir kehilangan lebih dari 75 persen kemampuan untuk menghapus lipo-protein yang berbahaya dari darah. Untuk menunjukkan efek buruk dari duduk, Hamilton juga merekrut 14 relawan pemuda yang bugar dan kurus. Ia mencatat penurunan 40 persen kemampuan insulin untuk mengambil glukosa dalam subjek setelah 24 jam menetap.

      Selama seumur hidup, duduk benar-benar dapat membunuh Anda:
      • Pria yang duduk 6 jam sehari 20% lebih mungkin meninggal dibandingkan laki-laki yang duduk 3 jam sehari
      • Perempuan yang duduk 6 jam sehari 40% lebih mungkin meninggal

      Anda benar-benar harus berhenti duduk berlama-lama. Atau setidaknya mulailah bergerak.(nytimes/businessinsider/MEL)

      Deteksi Lahir Prematur di Usia 24 Minggu




       Kelahiran prematur dapat dicegah sejak kehamilan melalui tes darah. Tes darah ini dapat dilakukan selama trisemester kedua masa kehamilan.

      "Tes darah dapat menyaring tiga protien yang baru diidentifikasi dan enam protein yang ditemukan sebelumnya," kata peneliti dari Brigham Young University dan University of Utah.

      Wanita yang mengalami kompilkasi yang berhubungan dengan kelahiran prematur memiliki tingkat protein yang lebih tinggi di dalam darah mereka dibandingkan wanita yang hamil sehat.

      Untuk penelitian ini, para peneliti mengambil sampel darah dari 80 perempuan di usia selama 24 minggu kehamilan mereka, dan kemudian 80 perempuan lainnya selama minggu ke-28 kehamilan mereka. Setengah dari perempuan, kehamilannya dapat diperpanjang dan setengah lainnya memiliki bayi yang lahir prematur.

      Para peneliti menemukan bahwa tes darah bisa memprediksi lebih dari 80 persen dari kelahiran prematur pada minggu ke 24 dan 28 masa kehamilan.

      Menurut Dr Sean Esplin, seorang profesor kedokteran ibu-janin di University of Utah, semakin cepat dokter mengetahui potensi kelahiran prematur, mereka dapat mengambil tindakan lebih cepat untuk mencoba memperpanjang kehamilan dan mencegah masalah kesehatan pada bayi.

      "Dengan lahir prematur, jika kita bisa memperpanjang kehamilan dengan satu atau dua minggu, kita bisa membuat dampak yang sangat besar pada jumlah bayi yang bertahan hidup dan memastikan bahwa mereka bertahan hidup," kata Esplin dalam sebuah pernyataan. "Dengan hanya satu intervensi, kita bisa memiliki dampak yang sangat besar".

      Sementara itu, Dr Antonio Frias, seorang profesor kedokteran ibu-janin di Oregon Health & Science University, menyatakan, tes ini dapat mengidentifikasi kelahiran prematur. Frias tak terlibat dalam penelitian tersebut.

      "Tes ini secara dramatis dapat meningkatkan kemampuan kita untuk mengidentifikasi ibu berisiko untuk lahir prematur spontan, yang saat ini kami tidak bisa melakukannya," kata Dr Antonio Frias.(myhealthnewsdaily/MEL)

      Televisi Sebabkan Serangan Jantung?




      (www.heart1.com)
      : Menghabiskan terlalu banyak waktu di depan televisi atau layar komputer dapat meningkatkan resiko serangan jantung. Bahkan, kematian dini. Demikian hasil penelitian yang dilakukan oleh Scottish Health Survey di Edinburgh, Skotlandia, baru-baru ini.

      Hasil penelitian menunjukkan, mereka yang menghabiskan waktu lebih dari empat jam setiap hari untuk menonton televisi atau bermain game komputer memiliki resiko terserang penyakit jantung dua kali lebih besar dibandingkanyang menghabiskan kurang dari dua jam sehari.

      Para ahli beranggapan, faktor-faktor metabolik juga peradangan dapat menjelaskan hubungan antara lama duduk dan risiko terhadap kesehatan jantung. Anggapan itu tidak dipengaruhi faktor resiko tradisional ,seperti merokok, hipertensi, kelas sosial, dan olahraga.(Zeenews/SHA)

      Suplemen Kalsium Sebabkan Serangan Jantung




      (air-minum-oxy.blogspot.com)

       Asupan kalsium memang sangat dibutuhkan para lansia. Di balik itu, ternyata suplemen kalsium menyimpan efek buruk. Terutama, para lansia wanita.

      Penelitian di Universitas Auckland, Selandia Baru, mendapatkan fakta bahwa mengonsumsi suplemen kalsium dapat meningkatkan resiko serangan jantung dan stroke pada wanita di usia lanjut. Penelitian melibatkan 36 ribu wanita.

      Penelitian Women`s Health Initiative (WHI) yang dilakukan selama tujuh tahun juga memperlihatan temuan yang sama. Peningkatan tersebut mencapai 25% untuk penyakit jantung dan 15% untuk stroke.(Dailymail/SHA)