Tampilkan postingan dengan label info rumah tangga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label info rumah tangga. Tampilkan semua postingan

23 April 2011

Kondom 'Viagra' untuk Pertahankan Ereksi



 Bagi pria terkadang menggunakan kondom dapat menimbulkan masalah. Salah satunya sulit mempertahankan ereksi. Kini di Inggris, jenis kondom yang satu ini dikembangkan untuk mengatasi masalah tersebut.

Penelitian menunjukkan bahwa pria yang sulit mempertahankan ereksi saat menggunakan kondom cenderung tak ingin menggunakannya secara konsisten dan lebih memilih berhubungan seks tanpa kondom. Solusi untuk masalah ini mungkin dengan menciptakan kondom yang lebih baik.

Seperti yang dilaporkan Wall Street Journal, kondom berisi gel ini dirancang untuk membantu pria dalam mempertahankan ereksi, Rabu (20/4). Selain itu juga bertujuan mengurangi risiko penyakit menular seksual seperti HIV.

Selain menolong pria dalam mempertahankan ereksi, perusahaan di balik kondom itu mengatakan kondom tersebut dapat membuat ereksi membesar.

Kondom ini terdapat gel berisi vasodilator yang meningkatkan aliran darah ke Mr P dan membantu mempertahankan ereksi. Ini mirip dengan obat yang digunakan untuk mengobati kondisi angina jantung.

Pihak pengembang, U.K. biotech Futura Medical datang dengan cara memberikan obat dalam suatu formulasi yang tidak akan melemahkan kondom dan hanya akan mempengaruhi pemakainya.

Teknologi ini telah dilisensikan ke perusahaan yang memiliki merek kondom ternama, dan regulator di Eropa hampir menyetujui keberadaan kondom itu.

Saat produk ini dibandingkan dengan Viagra Pfizer dalam bentuk kondom, hal tersebut dinilai tidak akurat karena kondom viagra dimaksudkan bukan untuk pria dengan masalah disfungsi ereksi, melainkan mereka yang spesifik memiliki kesulitan menjaga ereksi saat menggunakan kondom.

Waspada, Setengah Daging di Supermarket Berkuman





: Setengah daging dan unggas yang dijual di supermarket memiliki kemungkinan tercemar dengan kuman Staph. Perkiraan ini didasarkan dari 136 sampel daging sapi, babi, ayam, dan kalkun yang dibeli dari toko grosir di Chicago, Los Angeles, Washington DC, Flagstaff, Arizona dan Fort Lauderdale (Florida), baru-baru ini, dan diteliti.

Menurut para peneliti, memasak dengan cara yang tepat dan mencuci tangan dapat membunuh kuman. Pejabat kesehatan federal juga memperkirakan kandungan kuman Staph kurang dari tiga persen dari penyakit bawaan makanan, jauh lebih sedikit daripada kuman pada umumnya, seperti salmonella dan E. coli.

Penelitian baru ini menemukan lebih dari setengah sampel daging tersebut mengandung staphylococcus aureus, bakteri yang bisa membuat orang sakit. Bahkan lebih buruk lagi, setengah dari sampel tercemar itu memiliki tipe Staph yang tahan terhadap setidaknya tiga jenis antibiotik.

"Studi ini menunjukkan bahwa banyak daging dan unggas terkontaminasi dengan Staph-MDR," kata Paul Keim, salah satu penulis studi tersebut. "Sekarang kita perlu menentukan apa hal ini memiliki risiko kepada konsumen."

Di antara jenis kuman yang resistan terhadap obat para peneliti menemukan, satu adalah Staph methicillin-resisten, atau MRSA, sebuah superbug yang bisa berakibat fatal. Mereka menemukan MRSA di tiga dari 136 sampel. Keim dan rekan-rekan penulisnya bekerja di lembaga nirlaba Translational Genomics Research Institute di Arizona. Studi mereka ini akan diterbitkan dalam jurnal Clinical Penyakit Menular.

Kuman Staph biasanya ditemukan pada kulit dan dalam hidung orang sehat. Bakteri ini dapat tersebar dengan berbagai cara, termasuk di pabrik kemasan atau di dapur. Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit memperkirakan bahwa jumlah kasus Staph sekitar 240 ribu kasus per tahun.(JAY/ULF)